Gadis Cantik Rampok Minimarket

Kompas.com - 21/05/2012, 18:14 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Seorang gadis berparas cantik DA (22) dibekuk polisi di rumah kakaknya di Parepare, Minggu (20/5/2012) malam karena diduga turut menjadi tersangka perampokan.

Dian kabur ke Parepare setelah merampok sebuah minimarket Alfa Midi di Mandai, Makassar sehari sebelumnya bersama rekannya, Mahabbah alias Abbe yang merupakan residivis.

Aksi perampokan yang dilakukan kedua tersangka sempat terekam kamera pengintai CCTV yang terpasang di Alfa Midi, Sabtu (19/5/2012) dini hari.

Dalam aksinya, tersangka berhasil menggasak uang Rp 722.000 yang tersimpan di mesin kasir. Usai beraksi, tersangka langsung kabur berboncengan dengan menggunakan motor Suzuki Satria FU ke arah jalan menuju Pattene, Kabupaten Maros.

Aparat kepolisian Polsekta Biringkanaya yang dipimpin langsung, Perwira Unit (Panit) II, Inspektur Satu (Iptu) H Surono tidak mau kehilangan buruannya dan mengejar tersangka.

Menurut keterangan sejumlah tukang ojek di Pattene, tersangka Dian diturunkan di perbatasan Makassar-Maros-Gowa oleh tersangka Abbe dan dibonceng oleh rekannya Adi untuk kabur ke Parepare.

Sedangkan tersangka Abbe masuk ke perkampungan Makkaraeng, Kostrad Mandai, Kabupaten Maros di bonceng oleh Welli.

Tersangka Dian berhasil lebih dulu diringkus di rumah kakaknya di Jl Andi Makkasau, Parepare yang dikemudian digelandang polisi ke Polsekta Biringkanaya guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tidak lama kemudian, tersangka Abbe pun berhasil diringkus dan digiring dengan menggunakan mobil patroli.

Saat di perjalanan menuju Polsekta Biringkanaya, tersangka Abbe melompat dan berusaha kabur. Langkah kaki Abbe terhenti, setelah polisi menghadiahi kaki kirinya sebutir timah panas yang selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan tim medis.

Iptu H Surono yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari warga tentang pelarian kedua tersangka setelah merampok Alfa Midi.

Mengetahui keberadaan tersangka Dian, polisi pun langsung berkoordinasi dengan Polres Parepare dan berhasil meringkusnya tanpa perlawanan.

Sementara tersangka Abbe diringkus saat membeli makanan di pinggir jalan bersama rekannya Amran.

"Kedua tersangka berhasil diringkus, sedangkan tiga orang rekannya Adi, Welli dan Amran juga ikut diamankan karena turut serta membantu melarikan diri," kata Surono.

Dari catatan kepolisan, tersangka Abbe merupakan residivis perampok dan dia juga pernah ditangkap atas kasus penikaman. Saat ditangkap dulu kasus penikaman, tersangka Abbe juga melompat dari mobil patroli.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau